Sabtu, 06 Februari 2021

Seragam Sekolah

(Catatan: Naskah ini bermula dari Cari Angin Koran Tempo 6 Februari 2021 yang kemudian saya kembangkan lebih lanjut untuk kepernitingan tayangan di YouTube. Aslinya tentu lebih pendek dan tidak ditayangkan).

Salam sejahtra. Salam sehat. Urun rembug saya kali ini soal yang hangat, namun ringan, masalah sosial budaya menyangkut Pendidikan pula. Soal seragam sekolah. Pro dan kontra tentang seragam sekolah yang disertai atribut khusus keagamaan atau pun budaya local, nampaknya bisa reda. Entah reda sejenak atau syukur-syukur reda seterusnya. Ini berkat turunnya SKB tiga Menteri belum lama ini yang mengatur seragam sekolah itu. Dengan aturan baru ini, siswi boleh saja mengenakan jilbab atau hijab ke sekolah, boleh memakai rok yang Panjang, orang banyak bilang rok menyerupai sarung. Itu bagi siswi yang Muslimah, karena pemakaian atribut jilbab itu adalah berkaitan dengan keyakinan agama. Begitu pula bagi siswi yang beragama Hindu, khususnya di Bali, boleh saja memakai pakaian adat pada hari-hari tertentu.

Jumat, 05 Februari 2021

UrunRembug - REFORMASI PHDI LEWAT MAHASABHA Bag 1


Mahasabha Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) direncanakan Oktober mendatang. Tapi dari sekarang sudah ribut suara-suara yang ingin mereformasi lembaga ini. Apa bisa?

Sabtu, 30 Januari 2021

Satu Juta

Putu Setia @mpujayaprema

Apa sesungguhnya yang terjadi? Apakah kita sedang memenangi pertempuran melawan Covid-19, musuh yang tidak kelihatan itu? Atau justru kewalahan dan nyaris kalah? Sepertinya membingungkan.

Sabtu, 23 Januari 2021

Doa Bencana

Putu Setia @mpujayaprema

Ada kelompok yang menamakan diri Generasi Pemuda Indonesia Bersatu, disingkat Gapinsa. Kelompok ini menyebar poster di media sosial. Isinya, “Waktunya Indonesia Berdoa”. Digambarkan peta Indonesia, lalu diurai ada bencana dari ujung Sumatra Utara sampai Sulawesi, sementara provinsi yang ada di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua tidak ada tanda bencana. Itu bencana di tahun 2021yang belum genap sebulan.

Sabtu, 16 Januari 2021

Ayo Divaksin

Putu Setia @mpujayaprema

Ini pertemuan kedua saya dengan Romo Imam di tahun 2021. Panjang lebar kami ngobrol tentang musibah yang menimpa pesawat Sriwijaya Air. Kecelakaan pesawat adalah tragedi yang sangat memilukan sekaligus misteri, kenapa itu terjadi. Karena itu pentingnya mencari penyebab kecelakaan yang terekam pada alat yang disebut kotak hitam. Pencarian itu sendiri menghadirkan drama keuletan para penyelam.

Sabtu, 09 Januari 2021

Tunawisma

Putu Setia | @mpujayaprema

Kata “tuna” umumnya merujuk ke nama ikan. Tapi kalau kata itu bersanding dengan kata lain, baik kata benda maupun sifat, artinya menjadi “kurang” atau “tidak memiliki”. Misalnya “tunasusila”, orang yang tidak memiliki susila. Ini penghalusan dari kata “pelacur”. Ada “tunawisma”, orang yang tak punya rumah. Ini penghalusan dari kata “gelandangan”.

Sabtu, 02 Januari 2021

Bersyukur

Putu Setia | @mpujayaprema

Selamat tahun baru Romo Imam, sehat dan sejahtera selalu. Itu kalimat pertama yang saya ucapkan kepada sahabat yang lama tak saya kunjungi. Pandemi global dasyat ini merenggangkan jarak saya dengan Romo.

Sabtu, 26 Desember 2020

LIBUR NATAL

Libur akhir tahun kali ini kacau karena syarat tes usap yang mendadak. Ribuan tiket penerbangan ke Bali dibatalkan dan kerugian ratusan milyar. Gubernur Bali Wayan Koster dihujat di media sosial, padahal surat edarannya berdasar petunjuk pusat.

https://youtu.be/6R3CbOnAT74

Sabtu, 12 Desember 2020

ANDREI ANGOUW


Putu Setia | @mpujayaprema

Anda mengenal nama Andrei Angouw? Ia kurang populer dibandingkan Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, yang memenangi pemilihan wali kota di Solo dan Medan. Padahal Andrei juga memenangi pemilihan wali kota di Manado. Yang membedakan adalah status keluarga. Gibran adalah anak Presiden Joko Widodo dan Bobby menantu Presiden, sementara Andrei bukan siapa-siapa.

Sabtu, 05 Desember 2020

Berkerumun

Putu Setia |@mpujayaprema

Pemilihan kepala daerah serentak 2020 tinggal menghitung hari. Sabtu ini hari terakhir masa kampanye, hajatan yang tak terasa gaungnya akibat pandemi Covid-19. Kampanye sangat terbatas. Masyarakat tak bergairah. Tak ada pertemuan besar, tak ada pembagian baju kaos.