Tampilkan postingan dengan label Urun Rembug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Urun Rembug. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2021

Naskah Teks: Urun Rembug Reformasi PHDI

(Catatan: Ini teks lengkap versi video di Channel YouTube)

Om Swastyastu. Salam sehat sahabat semuanya. Urun rembug ini saya mulai dengan masalah yang ramai belakangan ini dibicarakan di media sosial. Menyangkut urusan agama, tapi bisa juga dikaitkan dengan masalah sosial atau malah budaya. Yaitu menjelang Mahasabha PHDI, organisasi umat Hindu yang paling kontroversial belakangan ini. Mahasabhanya masih jauh, di bulan Oktober nanti, akan digelar di Jakarta. Itu pun mungkin secara virtual pula, apakah covid-19 sudah reda bulan itu, kita tak tahu.

Sabtu, 06 Februari 2021

Seragam Sekolah

(Catatan: Naskah ini bermula dari Cari Angin Koran Tempo 6 Februari 2021 yang kemudian saya kembangkan lebih lanjut untuk kepernitingan tayangan di YouTube. Aslinya tentu lebih pendek dan tidak ditayangkan).

Salam sejahtra. Salam sehat. Urun rembug saya kali ini soal yang hangat, namun ringan, masalah sosial budaya menyangkut Pendidikan pula. Soal seragam sekolah. Pro dan kontra tentang seragam sekolah yang disertai atribut khusus keagamaan atau pun budaya local, nampaknya bisa reda. Entah reda sejenak atau syukur-syukur reda seterusnya. Ini berkat turunnya SKB tiga Menteri belum lama ini yang mengatur seragam sekolah itu. Dengan aturan baru ini, siswi boleh saja mengenakan jilbab atau hijab ke sekolah, boleh memakai rok yang Panjang, orang banyak bilang rok menyerupai sarung. Itu bagi siswi yang Muslimah, karena pemakaian atribut jilbab itu adalah berkaitan dengan keyakinan agama. Begitu pula bagi siswi yang beragama Hindu, khususnya di Bali, boleh saja memakai pakaian adat pada hari-hari tertentu.

Seragam Sekolah

(Catatan: Naskah ini bermula dari Cari Angin Koran Tempo 6 Februari 2021 yang kemudian saya kembangkan lebih lanjut untuk kepernitingan tayangan di YouTube. Aslinya tentu lebih pendek dan tidak ditayangkan).

Salam sejahtra. Salam sehat. Urun rembug saya kali ini soal yang hangat, namun ringan, masalah sosial budaya menyangkut Pendidikan pula. Soal seragam sekolah. Pro dan kontra tentang seragam sekolah yang disertai atribut khusus keagamaan atau pun budaya local, nampaknya bisa reda. Entah reda sejenak atau syukur-syukur reda seterusnya. Ini berkat turunnya SKB tiga Menteri belum lama ini yang mengatur seragam sekolah itu. Dengan aturan baru ini, siswi boleh saja mengenakan jilbab atau hijab ke sekolah, boleh memakai rok yang Panjang, orang banyak bilang rok menyerupai sarung. Itu bagi siswi yang Muslimah, karena pemakaian atribut jilbab itu adalah berkaitan dengan keyakinan agama. Begitu pula bagi siswi yang beragama Hindu, khususnya di Bali, boleh saja memakai pakaian adat pada hari-hari tertentu.